Merek Ditolak DJKI? Ini yang Bisa Dilakukan Bersama Konsultan HKI
Merek ditolak
Bagikan artikel

Merek ditolak DJKI tentu menjadi situasi yang tidak diharapkan oleh pemilik usaha. Terlebih jika brand sudah digunakan untuk kegiatan bisnis, promosi, dan penjualan dalam waktu yang cukup lama. Penolakan dapat membuat pemilik usaha bertanya-tanya mengenai penyebabnya dan langkah yang harus dilakukan berikutnya.

Namun, penolakan merek bukan berarti seluruh peluang untuk mendapatkan perlindungan hukum langsung berakhir. Ada langkah yang dapat dipertimbangkan setelah pemohon memahami alasan penolakan tersebut. Karena itu, ketika merek ditolak DJKI, pemohon sebaiknya tidak langsung mengganti nama brand atau menghentikan kegiatan usaha. Langkah pertama adalah memahami alasan penolakan dan posisi hukum merek tersebut.

Mengapa Merek Bisa Ditolak DJKI?

Penolakan merek dapat terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah adanya persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang sudah terdaftar atau diajukan lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa sejenis. Selain itu, merek juga dapat menghadapi penolakan apabila memiliki unsur yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karakter merek, jenis barang atau jasa, serta kondisi lain juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan.

Misalnya, sebuah perusahaan mengajukan merek untuk produk makanan. Setelah melalui pemeriksaan, ternyata terdapat merek lain yang memiliki kemiripan pada unsur tertentu dan telah lebih dahulu memperoleh perlindungan. Dalam kondisi tersebut, pemohon perlu melihat secara menyeluruh alasan yang menjadi dasar penolakan. Tidak cukup hanya membandingkan nama secara sekilas.

angan Langsung Menganggap Merek Tidak Bisa Diselamatkan

Ketika merek ditolak DJKI, pemohon perlu membaca dan memahami pemberitahuan penolakan yang diterima. Dokumen tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Di sisi lain, setiap penolakan memiliki karakter yang berbeda. Ada penolakan yang berkaitan dengan kemiripan merek. Ada pula persoalan yang berkaitan dengan persyaratan atau ketentuan lain. Karena itu, respons terhadap penolakan juga tidak dapat dibuat dengan pendekatan yang sama untuk setiap kasus.

Misalnya, jika alasan penolakan berkaitan dengan dugaan persamaan dengan merek lain, pemohon perlu melakukan analisis terhadap kedua merek. Pemeriksaan dapat mencakup unsur visual, bunyi, konsep, serta jenis barang atau jasa yang digunakan. Dengan analisis tersebut, pemohon dapat menentukan apakah masih terdapat dasar untuk mempertahankan permohonan.

Apa yang Bisa Dilakukan Setelah Merek Ditolak?

Setelah memahami alasan penolakan, pemohon dapat mempertimbangkan langkah hukum yang tersedia sesuai dengan kondisi permohonannya. Salah satunya adalah memberikan tanggapan atau mengajukan upaya yang tersedia berdasarkan tahap dan dasar penolakan. Namun, tanggapan sebaiknya tidak hanya berisi pernyataan bahwa merek berbeda.

Pemohon perlu menyusun argumentasi yang relevan dengan alasan penolakan. Selain itu, bukti dan dokumen pendukung dapat digunakan untuk memperkuat posisi pemohon apabila memang tersedia dan relevan. Misalnya, pemohon memiliki bukti penggunaan merek, dokumen bisnis, materi promosi, atau bukti lain yang berkaitan dengan merek tersebut. Dokumen tersebut dapat menjadi bagian dari analisis, meskipun penggunaannya tetap bergantung pada dasar hukum dan jenis persoalan yang dihadapi.

Di Sini Konsultan HKI Dapat Membantu

Menghadapi merek ditolak DJKI dapat menjadi proses yang cukup rumit bagi pemilik usaha yang belum memahami prosedur dan aspek hukum merek. Karena itu, konsultan HKI dapat membantu melakukan pemeriksaan terhadap alasan penolakan. Selain itu, konsultan dapat membantu membandingkan merek yang dipersoalkan dan mengidentifikasi aspek yang perlu diperhatikan.

Pendampingan juga dapat mencakup penyusunan strategi tanggapan terhadap penolakan sesuai dengan kondisi permohonan. Dengan demikian, pemohon tidak hanya memberikan respons berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan analisis terhadap dokumen dan dasar penolakannya. Di sisi lain, konsultan HKI tidak dapat menjamin bahwa suatu merek pasti diterima. Keputusan tetap berada pada instansi yang berwenang berdasarkan proses pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Bagaimana Jika Merek Tetap Ditolak?

Misalnya, pemilik dapat mempertimbangkan perubahan tertentu pada merek atau mengembangkan identitas brand yang berbeda. Namun, langkah tersebut sebaiknya dilakukan setelah memahami alasan penolakan agar kesalahan yang sama tidak terulang. Selain itu, pemilik usaha perlu melakukan penelusuran lebih menyeluruh sebelum mengajukan permohonan baru. Penelusuran dapat membantu mengidentifikasi potensi hambatan dan mengurangi risiko pengajuan merek yang memiliki kemiripan dengan merek lain.

Jangan Abaikan Penolakan Merek

Ketika merek ditolak DJKI, mengabaikan pemberitahuan bukanlah pilihan yang tepat. Ada tahapan dan batas waktu tertentu yang perlu diperhatikan sesuai dengan jenis proses dan dokumen yang diterima. Karena itu, pemohon sebaiknya segera memeriksa alasan penolakan dan menentukan langkah yang sesuai. Semakin cepat persoalan dianalisis, semakin baik pula kesempatan untuk menyusun strategi yang tepat.

Pada akhirnya, penolakan bukan selalu berarti akhir dari perjalanan sebuah brand. Yang terpenting adalah memahami alasan penolakan, mengevaluasi posisi merek, dan menentukan langkah berdasarkan ketentuan yang berlaku. Jika Anda menghadapi kondisi merek ditolak DJKI, Lusda Sunarty dapat membantu melakukan analisis terhadap alasan penolakan dan memberikan pendampingan dalam menentukan langkah hukum yang sesuai.

Topik
Bagikan artikel

admin

Renchmark Law Office Lusda Sunarty and Partners adalah salah satu perusahaan kekayaan intelektual (IP) terkemuka di Indonesia.